Merasa Tidak Diperhatikan Perusahaan

Warga Desa Mahato Minta PT Naga Mas Stop Membuang sampah ke Sungai Setalas

82
0
SHARE
Warga Desa Mahato Minta PT Naga Mas Stop Membuang sampah ke Sungai Setalas

Ilustrasi Limbah Sawit

PASIR PENGARAIAN, Rohultoday.ID - Warga desa Mahato, Tambusai Utara meminta PT Naga Mas Agro Mulia untuk tidak membuang limbah mereka di Sei Setalas.

Hal itu disampaikan oleh kepala desa Mahato Firiadi pada Senin (11/3/2019) sore. Untuk menanggapi terkait banyaknya keluhan masyarakat mengenai kegiatan perusahaan kelapa sawit tersebut.

Firiadi menegaskan bahwa pihaknya telah menerima banyak keluhan dari masyarakat mengenai kegiatan pengolahan limbah PT Naga Mas yang dianggap telah banyak menimbulkan kerugian kepada masyarakat Mahato.

Dikatakannya lagi, sejak beroperasi PT Naga Mas sangat minim dalam memperhatikan masyarakat Mahato. Selain minim mendapatkan CSR dari perusahaan, perusahaan tidak pernah mengakomodasi kepentingan masyarakat dan memberikan porsi yang layak bagi warga Mahato yang bekerja di perusahaan.

Baca Juga : Bupati Sukiman Bantu Alat Pengolah Minyak Serai di Teluk Aur

Firiadi juga mengatakan, bahwa limbah hasil pengelolaan kelapa sawit di PT Naga Mas dibuang ke sungai Seitalas, yang terletak di desa Mahato.

"Perusahaan PT Naga Mas hanya memberi kami limbah, sementara perhatiannya kepada warga kami sangat minim. Sejak perusahaan itu beroperasi, tangkapan ikan dari warga kami di Sei Setalas jauh menurun. Selain itu, ada juga warga kami yang pernah mengalami gatal-gatal setelah mandi di sungai, "kata Firiadi.

Kades Firiadi berharap agar pemerintah daerah benar-benar memperhatikan keluhan masyarakat. Menurutnya, pemerintah harus memberikan perlindungan kepada masyarakat untuk praktik industri yang merugikan masyarakat.

Baca Juga : Disdukcapil Targetkan 4000 KTP-el Siap Dicetak hingga 20 Maret 2019

Menanggapi hal itu, manajer pabrik PT Naga Mas Rony Syahrial membantah jika pihaknya telah membuang limbah berbahaya ke Sei Setalas tanpa melalui mekanisme yang jelas.

Diakuinya, proses pengelolaan sampah di PT. Naga Mas sampai pembuangannya ke sungai telah distandarisasi dan telah memenuhi standar kualitas yang disyaratkan oleh Dinas Lingkungan Hidup.

"Limbah kami diproses di 12 kolam pengolahan limbah, pengolahan ditujukan untuk memisahkan bahan berbahaya sehingga cairan yang dibuang ke sungai benar-benar aman dan tidak membahayakan makhluk hidup," jelas Rony.

Kemudian, sehubungan dengan kurangnya perhatian perusahaan ke masyarakat, Rony Syahrial juga membantahnya. Dia mengakui bahwa, setiap kali seorang warga memintanya, seperti perbaikan jalan atau fasilitas umum, perusahaan selalu siap memberikan bantuan.

"Kami juga memberdayakan masyarakat setempat untuk bekerja di perusahaan, tetapi dalam mempekerjakan karyawan, perusahaan juga memiliki SOP sendiri untuk perekrutan dan itu adalah hak pribadi kantor pusat kami," katanya. (Fjr)