Loading...

Pria Desa Batang Kumu Ditemukan Tewas Gantung Diri di Gudang Semen

201
SHARE
Pria Desa Batang Kumu Ditemukan Tewas Gantung Diri di Gudang Semen

Ilustrasi gantung diri

PASIR PENGARAIAN - Pria berdomisili di Simpang Empat Dusun III Sei Juragi Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai berinisial Spd (44), ditemukan tewas tergantung di gudang semen tempat dirinya bekerja.

Informasi Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua SIK, M.Si‎ melalui Paur Humas Polres Rohul Ipda Feri Fadli SH, Spd ditemukan anggota keluarganya, sudah meninggal dunia, diduga karena gantung diri Senin (1/4/2019) sekitar pukul 09.00 Wib.

Diakui perempuan berinisial Mel (31) yang merupakan istri korban ke anggota Polsek Tambusai, pada Senin sekitar pukul 06.00 Wib, suaminya Spd keluar rumah tanpa pamit.‎ Awalnya sang istri mengira suaminya akan pergi mandi.

Tetapi tidak berselang lama, isteri korban curiga, karena suaminya keluar rumah tanpa membawa gayung untuk mandi dan rokok yang biasa dibawanya ketika saat mandi.

‎"Istri korban kemudian mencarinya ke kamar mandi, namun korban tidak ditemukan. Saat dicari di sekeliling rumah juga tidak ketemu," sebut Ipda Feri.

Karena tidak menemukan sang suami, Mel lantas menemui bos suaminya bernama Jumali. Keduanya lantas mencari korban, namun tidak juga menemukannya. Tapi Jumali kaget, ketika mengecek gudang semen miliknya tempat korban biasa bekerja, dirinya mendapati Spd sudah tergantung dengan tali tambang warna putih di lehernya.

"Kejadian itu kemudian segera dikabarkan saksi Jumali ke saksi Tasam dan keluarga korban tentang penemuan tersebut, dan selanjutnya menghubungi pihak Polsek Tambusai," ucapnya.

Tambah Ipda Feri, setelah dapat informasi dari warga, Kapolsek Tambusai AKP Yuli Hasman S.Sos, langsung memerintahkan Kanit Samapta Iptu J. Silitonga, Kanit Reskrim Aipda Joko Santoso, Kanit Intelkam Bripka Ridwan, Bripka Hamdi Purwanto, dan Brigadir Tamba, untuk mengcek lokasi dan melakukan olah TKP.

Di TKP kata Ipda Feri, korban sudah dalam kondisi lehernya tergantung dengan tali tambang putih di dalam gudang semen milik Jumali yang tidak jauh dari rumahnya.

"Dari olah TKP didapatkan petunjuk, bahwa korban benar korban gantung diri dan langsung dilakukan evakuasi terhadap korban yang masih tergantung," tambahnya.

Ipda Feri juga mengakui, setelah dilakukan pengecekan dan visum luar, berdasarkan keterangan pihak Puskesmas Tambusai korban meninggal dunia akibat gantung diri.

Kemudian pihak Polsek Tambusai meminta izin pihak keluarga untuk dilakukan otopsi terhadap mayat korban dengan tujuan agar jelas sebab kematian korban, namun pihak keluarga menolaknya.

Pihak keluarga sebut Ipda Feri, sudah menerima dengan iklas kematian korban akibat gantung diri. Istri korban juga telah membuat surat pernyataan bahwa tidak bersedia mayat korban diotopsi, dan menerima kematian korban.

"Karena tidak diizinkan outopsi, maka diserahkan jenazahnya ke pihak keluarga korban untuk acara pemakaman," sebut Ipda Feri.(Fjr)