Operasi K2YD, Polres Rohul Hanya Temukan 1 Kafe Buka

77
0
SHARE
Operasi K2YD, Polres Rohul Hanya Temukan 1 Kafe Buka

Ilustrasi Bir, minuman beralkohol

PASIR PENGARAIAN, Rohultoday.ID – Operasi Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD) yang dilakukan Polres Rokan Hulu (Rohul) di jalan lingkar Pengaraian pada Sabtu (2/2/2019), Polisi hanya temukan satu kafe yang buka.

Dalam operasi tersebut, semua personel dari Unit Binmas, Unit Investigasi Narkotika, Unit Investigasi Kriminal, Unit Sabhara ikut bergabung. Polisi tiba di empat warung atau kafe-kafe yang penerangannya buruk di sekitar Kilometer 2 Jalan Lingkar Pasir Pengaraian.

Baca Juga : 6 Tips ini bisa Bantu Anda Sukses Jalani Karir Sales Mobil

Diakui oleh Kasat Binmas AKP Supriyana, Operasi K2YD yang melibatkan personel gabungan atas perintah Kepala Polisi Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua, sabtu sore.

AKP Supriyana mengatakan bahwa, selama operasi, diketahui bahwa tiga dari empat kafe ditutup. Sementara satu kopi lagi dinyalakan, tetapi polisi tidak menemukan aktivitas atau pengunjung dan minuman keras di tempat ini.

Dari kafe milik Ucok, staf gabungan yang dipimpin oleh kepala polisi Rohul Binmas AKP Supriyana dan kepala narkotika polisi Rohul AKP Masjang Effendi mewawancarai dan menyebutkan pemilik dan empat perempuan di kafe.

Baca Juga : Bupati Rohul Hadiri Rakernas Indonesia Bersih di Jakarta

"Ada kopi yang dibuka, tapi tidak ada minuman keras," jelas AKP Supriyana, didampingi oleh AKP Masjang Effendi di sela-sela operasi.

AKP Supriyana mengakui bahwa Polisi telah mengalami rintangan untuk memberantas penyakit masyarakat atau Pekat. Pemberantasan Pekat harus terus dilakukan, sehingga kegiatan kemasyarakatan ini tidak menimbulkan hal lain.

"Apa saja yang mengkhawatirkan bagi masyarakat, apakah itu menjual tuak, bir, bir hitam dan apa pun yang dapat menyebabkan lingkungan menjadi tidak aman, itu harus ditertibkan," kata Kasat Binmas Polres Rohul.

Kemudian, AKP Supriyana mengimbau masyarakat Rohul, terutama orang-orang di Pasir Pengaraian untuk tidak mengunjungi tempat-tempat negatif, demi keamanan bersama.

"Ini adalah larangan agama dan peraturan pemerintah yang berlaku di Kabupaten Rohul," kata AKP Supriyana.

Ketika ditanyai, Ucok, pemilik kafe, mengatakan bahwa dia sudah membuka bisnis selama sekitar satu bulan. Selain itu, beberapa wanita yang berada di depan bisnis mereka juga tidak menunggu pengunjung. (Fjr)