Setelah menghancurkan 540 unit HP yang disita

Ini Cara Unik untuk Mencegah Penggunaan HP di Lapas Kelas II B Pasir Pengaraian

107
0
SHARE
Ini Cara Unik untuk Mencegah Penggunaan HP di Lapas Kelas II B Pasir Pengaraian

Ilustrasi penyitaan HP di Lapas Kelas II B Pasir Pengaraian

PASIR PENGARAIAN, Rohultoday.ID - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pasir Pengaraian, Kamis (28/2/2019) telah mengadakan Apel bersama Deklarasi Bebas Narkoba dan Ponsel di Lapas.

Selain deklarasi tersebut, Lapas Kelas II B juga membuat monumen dengan memanfaatkan ratusan HP yang disita dari warga binaan. Deklarasi Bersama Bebas Narkoba dan Ponsel (HP) ini mengacu pada Dirjen Koreksi No. PAS-126.PK.02.10.01 tahun 2019 tentang langkah-langkah progresif dan serius untuk penyalahgunaan narkoba di rumah kurungan negara, penjara dan penjara anak-anak, dan rencana nasional tindakan pada Pencegahan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan konselor narkotika.

Kepala Lapas Kelas II B Pasir Pengeraian, Muhamad Lukman, mengatakan bahwa selain deklarasi dalam acara tersebut, Lapas Kelas II B juga menghancurkan 540 unit HP sitaan milik tahanan dari Januari 2018 hingga Februari 2019.

Tegasnya, untuk memberikan pembelajaran kepada warga binaan, setelah dihancurkan, HP itu kemudian disita dipaku dan dijadikan monumen bertuliskan "STOP HANDPHONE".

Dia menambahkan, deklarasi tersebut adalah salah satu manifestasi dari pelaksanaan tugas dan tanggung jawab staf penjara, dalam konteks penyalahgunaan narkoba dan penggunaan ponsel di penjara. Lalu, penggunaan ponsel berpotensi menjadi alat perdagangan narkoba baik dari dalam maupun luar penjara.

Baca Juga : Bupati Sukiman Berharap Semangat ASN Meningkat

"Area steril di penjara harus benar-benar bersih dari penggunaan ponsel, untuk petugas ketika melakukan tugas menyimpan HP di loker yang telah disediakan, bagi mereka yang dibantu untuk berkomunikasi dengan keluarga mereka, silakan kunjungi keluarga atau melalui yang disediakan Fasilitas Wartelsuspas, "katanya, Senin (4/3/2019).

Jelas Lukman, pihaknya memiliki komitmen kuat dalam mencegah penggunaan ponsel dan perdagangan narkoba di lingkungan penjara. Sebagai tindak lanjut, komitmen tersebut memperketat pemeriksaan barang dan tubuh serta inspeksi berkala kamar hunian untuk memastikan bahwa tidak ada tahanan yang menyimpan HP dan obat-obatan.

Baca Juga : Bupati Rohul Hadiri Rakernas Indonesia Bersih di Jakarta

Menurutnya monumen "Stop Mobile" yang terbuat dari HP yang disita oleh warga yang dibantu, itu sengaja dibuat untuk menjadi pengingat bagi petugas, warga dan keluarga yang berkunjung, tentang larangan menggunakan HP di area steril di penjara.

"Semoga dengan monumen stop ponsel ini dapat memberikan efek jera dan tidak lagi menggunakan HP di penjara Kelas II B Pasir Pengaraian," katanya. (Fjr)