Disambut Pencak Silat, Bupati dan Sekda Hadiri Mandai Ulu Taon di Bagas Rarangan Huta Haiti

107
0
SHARE
Disambut Pencak Silat, Bupati dan Sekda Hadiri Mandai Ulu Taon di Bagas Rarangan Huta Haiti

Bupati Sukiman, Sekda Abdul Haris dan rombongan dosambut ulos dan tarian tor tor ketika hadiri Mandai Ulu Taon di Huta Haiti, Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah

PASIR PENGARAIAN - Kegiatan tahunan Mandai Ulu Taon di Bagas Rarangan Huta Haiti Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah tahun 2019, Rabu (10/4/2019), berlangsung meriah.

Hadir dikegiatan itu, Bupati Rokan Hulu (Rohul), H Sukiman, Sekda Rohul H.Abdul Haris, mantan Sekda Rohul Syarifuddin Nst, juga hadir Sutan Na Opat Mangaraja Na Tolu yakni Sutan Laut Api dari Kubu Baru, Sutan Tuah dari Haiti, Sutan Kumala Bulan dari Menaming, Sutan Silindung dari Tangun. Kemudian Mangaraja Timbalan dari Pawan, Mangaraja Liang Sungai Pinang, Mangaraja Timbalan dari Tanjung Berani.

Juga hadir Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Drs Yusmar M.Si, Camat Rambah Fatahnalia Putra, Danramil Rambah Kapten Inf Juneidi Siregar, Kapolsek Rambah AKP Hermawan, Kades Rambah Tengah Barat Sofian, Kades Sialang Jaya Yuherman Daulay, Kades Sukamaju Suherdi Hasibuan,Khalifah Basyir, anggota DPRD Rohul Kasmawati, Ketua Panita Damri Nasution, serta alim ulama dan tokoh masyarakat.

Baca Juga : Warga Rambah Hilir Timur Praperadilkan Polres Rohul

Diawal kegiatan, rombongan Bupati Sukiman bersama Sekda Abdul Haris disambut dengan pencak silat kemudian tor tor sabe sabe, dan rombongan mengulosi kain ulos sekaligus diiring ke Balai Bagas Rarangan.

Bupati dalam arahannya, mengharapkan fasilitas yang dibangun pemerintah tersebut dijaga oleh masyarakat. Ia juga berharap dinas terkait, dalam hal ini Disparbud Rokan Hulu membukukan tradisi Mandai Ulu Taon, dengan melakukan study tentunya, sehingga dikenal oleh khalayak ramai dan generasi muda.

Bupati juga resmikan Balai Adat Pertemuan, Balai Adat Rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Djati bersumber dari dana Revitalisasi desa adat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Rp585 juta lebih tahun anggaran 2018. Tahun ini, pemerintah daerah Rohul melalui Disparbud untuk acara adat sekitar Rp45 juta untuk Mandai Ulu Taon.

Baca Juga : Diduga kena Jambret, Guru Bantu di Rambah Hilir Meninggal di RSUD Rohul

"Tradisi Mandai Ulu Taon ini sangat baik, karena dapat mempertebal rasa kegotongroyongan masyarakat Mandailing, dan akan memberikan pemahaman kepada generasi muda ke depan," kata Bupati Rohul Sukiman.

Usai makan bersama, Sekda Rohul Abdul Haris mengatakan, lokasi sejarah Rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Djati sangat luar biasa. Sebab dari lokasi ini diketahui sejarah tentang masyarakat Mandailing pertama kali datang ke Kabupaten Rohul.

"Dari sinilah datangnya masyarakat Mandailing yang ada saat ini di tujuh huta (kampung), kalau sekarang kita hitung-hitung ada 21 desa di Rohul," jelas Sekda Abdul Haris.

Sambung Sekda, dulunya bukan hanya ada Rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Djati saja, tapi ada beberapa rumah tinggal, termasuk rumah tempat pertemuan. Untuk kedepannya, pemerintah daerah juga masih melanjutkan pembangunan‎, tahun ini kita akan membangun pagar, landscape, dan gapura yang sesuai adat istiadat Mandailing di lokasi itu.

Baca Juga : Bupati Rohul : Perempuan Miliki Peran Penting dalam Pemilu

‎Bupati juga berharap, sebelum tahun 2020 penulisan sejarah tentang masuknya suku Mandailing ke Kabupaten Rohul sudah dilaksanakan, melalui seminar dan merangkum informasi dari masyarakat Mandailing tentunya.

Kepala Disparbud Rohul Yusmar, mengatakan dinasnya akan membuat buku tentang Rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Djati‎, termasuk sejarah pertama kalinya masyarakat Mandailing datang ke Kabupaten Rohul

Pembuatan buku sejarah Mandailing diakui Yusmar, membutuhkan waktu yang lama. Karena harus dilakukan study serta seminar, dan harus didudukkan bersama. Kemudian untuk mengenalkan Rumah Rarangan ini, Disparbud Rohul bersama masyarakat juga berencana membuat even tingkat sumatera yang berhubungan dengan suku Mandailing.

Ketua Panitia Acara, Damri Nasution, mengatakan Mandai Ulu Taon merupakan tra‎disi masyarakat Mandailing di Rohul, dan dilakukan setiap tahun setelah masa panen raya.

Baca Juga : Belasan Ribu Warga Ramaikan Pembukaan MTQ ke -XIX Kabupaten Rohul 2019

Acara tersebut juga sebagai ajang silaturrahmi dan membangun gotong royong masyarakat Mandailing, sebab mulai masak nasi dan daging kerbau, serta makan bersama dilakukan secara bersama-sama.

Dirinya berharap, pemerintah bisa menjadi tradisi Mandai Ulu Taon sebagai agenda tahunan dan menjadi tempat wisata, serta pusat informasi tentang sejarah masyarakat Mandailing di Kabupaten Rohul.

Ketua Karang Taruna Desa Rambah Tengah Barat, Arfin Nst S.Ag juga mengharapkan, agar tidak ada kepentingan dikegiatan yang dilaksanakan, dan setiap kegiatan agar berjalan dengan baik, akur dalam pelaksanaannya agar lebih sukses. Karena kegiatan tahun ini agak sepi dibandingkan tahun lalu.

Bupati, Sekda dan rombongan, juga menyempatkan ziarah ke jejak terakhir Boru Namora Suri Andung Djati, diiringi alat musik ogong (gong), dipimpin Panghulu Somba Muhammad Yamin, dilanjutkan makan bersama di Balai atad Bagas Rarangan. (Adv/ Humas Pemkab Rohul)