Pasar 1000 Durian

Bupati Menang Lelang Durian Harga Rp1,5 Juta

200
0
SHARE
Bupati Menang Lelang Durian Harga Rp1,5 Juta

Bupati menangkan Lelang Durian Tertinggi Rp 1,5 Juta

DANAU SIPOGAS, Rohultoday.ID - Even Pasar 1000 Durian ternyata bisa membuktikan buah durian asal Negeri Seribu Suluk ini bukan sekedar buah durian. Ada dua jenis buah durian yang terkenal dan yang paling diminati, dan harganya tembus sampai Rp 1,5 juta, dan Rp700 ribu per buahnya.

Kedua jenis durian yang dilelang di even Pasar 1000 Durian ini yakni jenis tembaga asal Pawan Desa Rambah Tengah Hulu Kecamatan Rambah, dan durian asal Pumandang Kecamatan Rokan IV Koto.

Durian asal Pawan Desa Rambah Tengah Hulu dibuka lelang dengan harga Rp 10 ribu dan laku dibeli oleh El Bizri, Kepala Bapenda Rohul yang baru dilantik dengan harga tertinggi Rp 700 ribu.

Sedangkan durian asal Pumandang Kecamatan Rokan IV Koto awal lelang dibuka harga Rp 500 ribu, namun laku dengan harga tertinggi Rp 1,5 juta yang dibeli oleh Bupati Rohul H. Sukiman.

Diakui Bupati Sukiman, durian seharga Rp 1,5 juta hasil lelang asal Kecamatan Rokan IV Koto sudah dicicipi bersama pejabat Forkompinda dan pejabat Pemkab Rohul saat even Pasar 1000 Durian di objek wisata Danau Sipogas Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah.

Menurutnya, durian jenis tembaga asal Rokan IV Koto tersebut rasanya‎ sangat enak, dan beda dengan durian dari daerah lainnya. Karena, selain buah besar, isi berwarna kuning tembaga dan daging buah tebal.

"Wah, rasanya manis dan ada pahit‎nya. Pokoknya enak rasanya," ucap Bupati Rohul Sukiman, usai even Pasar 1000 Durian.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Rohul, Drs.  Yusmar M. Si, mengatakan, dirinya tidak merasakan durian yang dibeli Bupati Rohul seharga Rp 1,5 juta.

Tapi ungkap Yusmar, umumnya dua durian‎ yang dilelang merupakan jenis durian tembaga, dan di pasaran dijual di pasaran paling murah seharga Rp 15 ribu, tergantung besar kecilnya buah.

Kepala Disparbud Rohul, Yusmar‎ juga menyatakan, dieven Pasar 1000 Durian‎ di Danau Sipogas, merupakan even pertama digelar dinasnya bersama GenPI Rohul.

Di even pertama Pasar 1000 Durian jelas Yusmar, ada sekitar 3.000 pengunjung yang datang ke Danau Sipogas, mereka ikut menikmati durian khas Rohul yang disediakan panitia, seperti dari Desa Menaming, Pawan Desa Rambah Tengah Hulu, Desa Sialang Jaya, Pumandang, Kelurahan Rokan, dan Cipang Raya.

Dimana para pengunjung, dapat menikmati buah durian sepuasnya dengan membayar voucher Rp50 ribu, itu sudah termasuk tiket masuk ke objek wisata. Dimana sekitar 1.500 buah durian yang disediakan panitia di enam lapak, ludes diserbu pengunjung. Durian paling diminati sendiri yakni durian asal, Menaming, Sialang Jaya, Pawan dan asal Pumandang.

"Untuk Rokan Kanan itu‎ adalah Pawan, sehingga kita pakai satu tadi untuk lelang, dan daerah Rokan Kiri itu Pumandang," ungkap Yusmar.

Yusmar mengatakan, Disparbud Rohul akan menggelar even yang berbeda dalam meningkatkan potensi pariwisata yang ada. Sedangkan untuk Pasar 1000 Durian karena menyesuaikan musim.

“Kalau untuk Pasar 1000 Durian tahunan, karena dia pakai musim. Rencananya, kita karena didukung pak Bupati Rohul dan pak Sekda Rohul tadi‎, akan diteruskan sebagai even tahunan," ungkap Yusmar.

Walaupun mendapat dukungan diakui Yusmar, even Pasar 1000 Durian perlu dilakukan evaluasi bersama, sehingga even tahun berikutnya lebih meriah lagi.

Sikapi kegiatan itu, Ketua GenPI Riau, Osvian Putra‎ mengatakan, GenPI merupakan sebuah komunitas yang sengaja dibentuk Kementrian Pariwisata (Kemenpar), beranggotakan kalangan anak muda yang tujuannya untuk mempromosikan potensi pariwisata yang ada di daerahnya masing-masing.

"Bahwa potensi pariwisata yang kita promosikan bisa saja objek wisata dan kulinernya," kata Osvian Putra.

Pada acara Pasar 1000 Durian yang digagas Disparbud Rohul bersama GenPI Rohul di Danau Sipogas sangat baik dan positif. Apalagi Danau Sipogas berlokasi di Desa Sialang Jaya Kecamatan Rambah yang dulunya merupakan sebuah bendungan atau irigasi suplemasi Kaiti-Samo, diakui Osvian kini telah berubah menjadi objek wisata menarik di Kabupaten Rohul.

Osvian mengharapkan, Kabupaten Rohul bukan hanya dikenal sebagai Negeri Seribu Suluk dan kebun sawitnya saja, namun potensi pariwisata yang ada juga dikenal masyarakat luar daerah. (Fjr)