Loading...

Sekda Lepas Enam Armada Patroli SATGAS

Bawaslu Bentuk Tim Patroli dari Satuan Tugas Anti Politik Uang di 4 Dapil

155
SHARE
Bawaslu Bentuk Tim Patroli dari Satuan Tugas Anti Politik Uang di 4 Dapil

Sekda Rohul Abdul Haris, didampingi Ketua Bawaslu, Kapolres dan Komisaris Bawaslu, melepas enam armada untuk Patroli Satgas Anti Politik Uang di empat Dapil

PASIR PENGARAIAN - Wujudkan Pemilu 2019 bersih, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) terjunkan Tim Patroli Satuan Tugas (Satgas) Anti Politik Uang dan Gerakan Pemilih yang Berpartisipasi, mengawasi praktik politik uang di empat dapil.

Enam armada Patroli Satgas, secara resmi dilepas oleh Sekretaris Daerah Rohul H. Abdul Haris S. Sos, M.Si, didampingi oleh Kepala Kepolisian Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua, Ketua Bawaslu Fajrul Islami Damsir SH, MH dan Komisioner Bawaslu.

Apel Pengawasan Anti Politik Uang selama masa tenang pemilihan anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten / Kota, dan Presiden pada tahun 2019, dilaksanakan Minggu (14/4/2019) di Taman Kota Pasir Pengaraian.

Baca Juga : Koramil 02/Rambah Kodim 0313/KPR Bangun Jamban di Tiga Kecamatan

Setelah apel, ketua Bawaslu, Rohul Fajrul Islami Damsir mengatakan, pembentukan Tim Patroli Satuan Tugas Anti politik Uang menurut Surat Edaran ketua Bawaslu Republik Indonesia Sabhan, pelepasan tim Itu dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

Tim Patroli dari Satgas Anti Politik Uang akan bertanggung jawab mengawasi praktik Politik Uang atau Money Politic selama masa tenang, dan meningkatkan partisipasi pemilih di empat daerah pemilihan di Kabupaten Rokan Hulu, dari 14 April hingga 16 April 2019.

"Di mana kami membagi enam mobil per daerah pemilihan, untuk kemudian mempromosikan partisipasi pemilih dan, mungkin, gerakan politik anti-uang kepada publik," kata Fajrul, dan mengatakan bahwa Tim Patroli Satgas terdiri dari pengemudi dan operator.

Baca Juga : Menteri BUMN, Gubri dan Bupati Sukiman Tanam Perdana Kebun Plasma di Kumain

Kata Fajrul lagi, untuk laporan indikasi politik uang dan laporan masyarakat, ia memiliki formula untuk mengatasi indikasi pelanggaran, sesuai dengan mekanisme dan Peraturan 7 Tahun 2018 Bawaslu, tentang Pengelolaan Hasil dan Laporan Pelanggaran Pemilu.

Sekretaris Daerah Rohul Abdul Haris juga mengatakan bahwa praktik politik uang ini akan merusak artikulasi demokrasi. Dia berharap bahwa semua orang Rokan Hulu benar-benar berpikir dengan bijak, bahwa dalam melaksanakan pemilihan mereka harus menggunakan hak pilih mereka.

"Tanpa pengaruh apa pun, tidak ada indikasi atau hal-hal yang menguntungkan, termasuk politik uang, sehingga nanti hasil yang diperoleh dari proses pemilihan ini diharapkan untuk mendapatkan hasil dari para pemimpin kita dengan integritas," kata Sekda.

Baca Juga : Ini Kronologis, 5 Pelaku Penembak Janda di Rohul

Juga diakui oleh Sekretaris Daerah, politik uang tidak sama rata di masyarakat. Seperti di tingkat masyarakat dengan pengetahuan yang sudah tingkat menengah ke atas, mereka diinformasikan lebih cepat sehingga mereka tidak mudah terpengaruh.

"Kami tahu bahwa mungkin di daerah-daerah tertentu yang sulit mengakses informasi yang kami tidak tahu, mereka bahkan tidak tahu hal itu salah (politik uang), jadi kadang-kadang mereka masih bisa terpengaruh," katanya.

"Ini harus dihilangkan secara keseluruhan, jadi kami berharap bahwa dalam Pemilihan Umum 2019 tidak akan ada hal-hal seperti itu, sehingga para peserta yang berpartisipasi dalam kontestan dalam semua pemilihan akan mendapatkan hak yang sama tidak dipengaruhi oleh politik uang." Jelas Sekda.

Baca Juga : Nasabah Unit BRI Tanjung Medan Rohul Dapat Honda B-RV

Kemudian Fajrul menekankan, mengantisipasi politik uang. Dia memiliki harapan besar bahwa orang benar-benar mempertahankan hak mereka untuk memilih sesuai dengan hati nurani mereka, bukan karena mereka dipengaruhi oleh sesuatu, seperti diberi uang.

Kemudian, Tim Patroli dari Satuan Tugas Anti Politik Uang dan Gerakan Pemilih yang Berpartisipasi dibagi menjadi enam tim, di mana satu tim terdiri dari 3 orang dengan mobil Patroli dari Satuan Tugas tersebut.

"Masyarakat silahkan salurkan suara Anda di TPS nanti, itu juga akan sangat memprioritaskan hati nurani Anda dalam pemilihan, sehingga tidak ada fasilitas yang dapat menghasilkan kampanye hitam atau hal-hal lain," Pesan Fajrul.

"Sejauh ini, Bawaslu Rohul telah menerima beberapa indikasi, tetapi harus diperdalam dari laporan publik, karena politik uang tidak hanya memberikan uang, tetapi ada hadiah lain yang bersifat kriminal", Kata Fajrul. (Fjr)