Loading...

Bagas Godang Suri Andung Jati Jadi Destinasi Wisata Budaya Rohul

166
SHARE
Bagas Godang Suri Andung Jati Jadi Destinasi Wisata Budaya Rohul

Kepala dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rokan Hulu saat berkunjung ke Objek Wisata Budaya Makam Raja Rambah.

PASIR PENGARAIAN, Rohultoday.ID - ‎Kawasan Huta Haiti Bagas Godang atau Rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Jati, di Dusun Keramat Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah, sudah diputuskan sebagai tujuan wisata budaya milik Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau.

Rumah rarangan ini adalah saksi bisu sejarah suku Mandailing, yang hijrah ke Kebupaten Rohul, dan sekarang mendapatkan pertolongan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2018 sekira Rp 385 juta.

Itu terungkap dirapat antara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Rohul, bersama Pemerintah Desa Rambah Tengah Barat dan tokoh masyarakat dari desa setempat, di Kantor Disparbud Rohul, Jumat (22/2/2019) kemarin.

Rapat yang dipimpin Kepala Disparbud Rohul Drs. Yusmar M. Si, didampingi Sekretaris Disparbud Fajar Sidqy, Kabid Kebudayaan Fitriani, Kasi Seni dan Nilai-nilai Budaya Arfin S. Ag, dan Kepala Desa Rambah Tengah Barat Sofian, dan tokoh masyarakat dari desa setempat.

Usai rapat, Kepala Desa (Kades) Rambah Tengah Barat, Sofian mengatakan, bahwa rapat bersama Disparbud Rokan Hulu bertujuan untuk memajukan Bagas Godang Boru Namora Suri Andung Jati yang sudah ditetapkan menjadi tujuan wisata Budaya di Kabupaten Rohul.

Ungkap Sofian, sesuai perencanaan, pada April 2019 mendatang akan dilangsungkan makan bersama masyarakat yang diberi nama Mandai Ulu Taon oleh masyarakat Mandailing.

Nantinya pekerjaan makan bersama masyarakat atau Mandai Ulu Taon, menjadi suatu tradisi masyarakat Mandailing yang biasa dilaksanakan pasca panen padi‎. Diacara itu, sering masyarakat pun memotong kerbau.

Sofian mengakui, sebelum acara dilaksanakan, diperlukan musyawarah di tingkat desa antara pemerintah desa bersama‎ Lembaga Kerapatan Adat Luhak Rambah, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, dan semua yang pihak yang berkaitan.

Kata Sofian, sebelumnya ada tidak banyak masalah di Rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Jati, namun urusan tersebut telah diselesaikan.

"Kemarin terdapat lantai yang tidak cukup saat rapat atau goyang sudah diselesaikan ketua,"‎ ungkap Kades Rambah Tengah Barat.

Sofian mengatakan‎ Rumah Rarangan Boru di Huta Haiti ini merupakan tujuan wisata budaya. Pengunjung dapat mengetahui sejarah perjalanan Boru Namora Suri Andung Jati yang dapat sampai ke Kabupaten Rohul, dan membina rumah rarangan tersebut.

Sementara itu, dinyatakan Kepala Disbudpar Rohul Drs. Yusmar M.Si, menyampaikan ada dua destinasi saat digelarnya rapat bersama Pemdes dan Tokoh Masyarakat Desa Rambah Tengah Barat tersebut.

Jelas Yusmar, sebagai penilaian sekaligus meminta keterangan berkaitan pembangunan Rumah Rarangan Suri Andung Jati yang adalah sejarah Mandailing hingga ke Kebupaten Rokan Hulu, dan tempat ini sudah mendapatkan pertolongan dari Ditjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2018.

Dirapat itu juga dijelaskan, berhubungan pelaksanaan pekerjaan kepada tokoh masyarakat Desa Rambah Tengah Barat, untuk ke depannya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, untuk pertanggung-jawaban pekerjaan yang dilakukan langsung ke Kemendikbud.

"Kedua, dengan telah dibangunnya (Rumah Rarangan), maka anda tetapkan yang ditujukan sebagai salah satu tujuan atau objek wisata kebiasaan karena memiliki nilai-nilai sejarah dan adat," jelas Yusmar.

Kjemudian, pasca ditetapkannya sebagai objek wisata budaya, sambung Yusmar, Disparbud Rohul bersama Pemerintah Desa dan Tokoh Masyarakat Desa Rambah Tengah Barat akan membuatkan semacam tulisan, upaya‎ mencari nilai-nilai di bangunan dan peninggalan tersebut.

"Sehingga sejarah tersebut dapat dijadikan latihan baik untuk masyarakat maupun masyarakat yang mendatang," tegas Yusmar, yang pernah menjabat Kabag Humas Setdakab Rohul, Kadisdukcapil, mantan Kaddistamben Rohul.

Yusmar mengungkapkan, bahwa Kaiti adalah tempat pengembangan seni budaya‎ Mandailing di Kabupaten Rohul. Salah satu pendukungnya adanya Bagas Godang Suri Andung Jati di wilayah ini.

Ditanya apa tahapan Disparbud Rohul dalam mengatur peninggalan sejarah ke depan, Yusmar menyatakan sejauh ini penataannya pihak dinas belum dapat memberikan‎ anggaran, tetapi untuk melestarikan acara‎ Makan Bersama atau Mandai Ulu Taon, pemerintah wilayah memiliki kontribusi.

"Tahun ini kita pun punya kontribusi, laksanakan Mandai Ulu Taon yang dilangsungkan setiap bulan April. ‎Kita Pemerintah Daerah Rohul, dalamu rusan ini ibu Bupati melalui Dinas Pariwisata telah memberikan bantuan untuk itu," ujarnya.

Harap Yu‎smar, acara Mandai Ulu Taon pada April 2019 dikemas dalam format acara-acara yang tidak hanya acara seremonial belaka, namun hendaknyat erdapat nilai-nilai tersendiri.

Disparbud Rohul akan mempermaklumkan penanaman tiga jenis pohon khusus di dekat Bagas Godang Suri Andung Jati, yakni pohon jeruk kesturi, jambu bol, dan bunga cempaka putih.

Kemudian, acara April mendatang, tambah Yusmar, Disparbud Rohul pun merencanakan semua tokoh besar yang akan hadir ikut menanamkan satu pohon‎ eksklusif sebagai lambang bahwa pohon punya kekususan dan punya nilai tersendiri yang butuh digali.‎ (Fjr)