Home Kesehatan Anak Suku Sakai desa Pauh Penderita TBC Meninggal

Butuh Perhatian

Anak Suku Sakai desa Pauh Penderita TBC Meninggal

105
0
SHARE
Anak Suku Sakai desa Pauh Penderita TBC Meninggal

Ilustrasi penderita penyakit TBC Tulang @Sutterstock

PASIR PENGARAIAN, Rohultoday.ID - Salah seorang anak adat Suku Sakai di Kilometer 28 Desa Pauh, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), yang menderita TBC tulang akhirnya meninggal dunia.

Anak bernama Yusman Joner alias Ucok (25), meninggal dunia pada Rabu malam (26/12/2018) sekitar pukul 21.00 Wib, setelah mendapatkan penanganan dari dokter Puskesmas Bonai Darussalam sebelumnya. Sementara seorang penderita lainnya Joy (16) kini masih butuh perhatian dari pemerintah.

Dikatakan Ipda Hery Sitorus juga mantan guru Yusman yang kini menjabat Kanit Lantas Polsek Ujung Batu, dirinya membenarkan bekas anak didiknya tersebut telah meninggal dunia pada Rabu malam.

Ipda Hery mengakui, Yusman tidak dibawa ke rumah sakit karena keluarganya memang tidak mampu. Pihak keluarga beharap perhatian pemerintah agar anaknya mendapatkan pengobatan gratis, dan dirawat di rumah saja.

Kemudian, selain tidak punya uang jelas Hery, pihak keluarga bukan tidak mau anaknya dirawat inap di Puskesmas atau rumah sakit, karena mereka perlu uang selama menjaga, sehingga lebih memilih agar anaknya dirawat di rumah.

"Terkait uang, bagaimanapun yang jaga kan harus pegang uang juga kan? Mereka juga perlu makan saat menjaga," jelas mantan Bhabinkamtibmas Desa Pauh, Kecamatan Bonai Darussalam.

Kemudian kata Ipda Hery, dirinya sangat berharap agar seorang mantan muridnya lagi bernama Joy (16) mendapatkan perhatian dari pemerintah, karena kondisinya juga sangat memprihatinkan saat ini.

Kata Herry lagi, dirinya meminta agar pemerintah segera lakukan observasi terhadap masyarakat Suku Sakai di Desa Pauh, Kecamatan Bonai Darussalam. Menurutnya, idak sedikit warga di desa ini yang diduganya mengidap TBC.

"Perlu diketahui apa penyebabnya.Di sana rata-rata masyarakat Suku Sakai tuh TBC. Apa penyebabnya, keturunan atau pola hidup, atau bagaimana," harap Kanit Lantas Polsek Ujung Batu Ipda Herry Sitorus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Rohul dr. Bambang Priono mengaku, bahwa petugas Puskesmas Bonai Darussalam telah mendatangi rumah kedua anak Suku Sakai yang dilaporkan menderita penyakit aneh.

Kata Bambang, berdasarkan keterangan petugas Puskesmas Bonai Darussalam, kedua anak Suku Sakai di Desa Pauh ini menderita penyakit TBC tulang.

"Kita sudah dianjurkan untuk dirawat di Puskesmas, namun yang bersangkutan tidak mau. Jadi keadaannya seperti itu maka harus dirawat inap," ucap Bambang, dan mengakui bahwa petugas Puskesmas Bonai Darussalam juga siap membantu mengurus BPJS kedua anak Suku Sakai di Desa Pauh. (Ary)