7 Pelayan Kafe Rambah Hilir dan Tambusai Diamankan ke Kantor Satpol Rohul PP

140
0
SHARE
7 Pelayan Kafe Rambah Hilir dan Tambusai Diamankan ke Kantor Satpol Rohul PP

Ilustrasi Wanita Pelayan Kafe

PASIR PENGARAIAN - Satpol PP dan Damkar Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), kembali menggelar operasi penyakit masyarakat (Pekat) di Kecamatan Rambah Hilir dan Kecamatan Tambusai, Selasa malam (12/12/2019) hingga Rabu (03/20) 13/2019) pagi.

Dalam operasi yang dipimpin oleh Kasat Pol PP Rohul Andi Yanto yang diwakili oleh Kepala Operasi dan Keamanan Satpol PP dan Damkar Rohul, Eko K Pranomo SP, yang melibatkan 30 personil yang menindaklanjuti adanya laporan masyarakat yang resah tentang keberadaan tempat maksiat.

Operasi ini bertujuan untuk melindungi situasi Kamtibmas menjelang Pemilu 2019 termasuk bulan puasa Ramadhan, kali ini Satpol PP Rohul mengamankan 7 wanita yang diduga bekerja sebagai pelayan warung remang-remang atau yang biasa disebut kafe.

Baca Juga : Dilantik Rektor UPP, 70 Mahasiswa ini Dibekali Latsar Kepimpinan

Operasi pertama dimulai di warung tuak atau warung maksiat di Desa Persiapan Simpang D di Tambah Jaya, Kecamatan Rambah Hilir, Sabtu sekitar pukul 10:00 malam. Dari sebuah warung milik wanita bernama Meme, Satpol PP Rohul mengamankan wanita 7 malam yang diduga menjadi pelayan kafe.

Selanjutnya, di tempat maksiat Persimpangan Balok di Kecamatan Tambusai, Satpol PP Rohul membantu mengamankan dua wanita malam dari kafe Arman.

"Operasi ini dilakukan terkait dengan laporan orang-orang yang gelisah tentang keberadaan tempat-tempat maksiat di daerah mereka," kata Kepala Operasi dan Keamanan Satpol PP dan Damkar Rohul, Eko K Pranomo.

Baca Juga : Kakan Kemenag Rohul : Diperkirakan Ada 2 Pasangan yang Bercerai Tiap Hari

Eko mengakui bahwa 5 wanita itu diamankan di kafe di Simpang D, ada warga Rohul dan di luar daerah. Satpol PP juga memanggil setiap pemilik warung maksiat untuk datang ke kantornya.

Tujuh wanita yang diamankan, kata Eko, akan dikenakan tindak pidana ringan atau Tipiring. Adapun para pelaku yang telah diamankan, dan ditangkap lagi, dia mengakui, tentu saja hukumannya akan semakin berat.

Baca Juga : Warga Desa Mahato Minta PT Naga Mas Stop Membuang sampah ke Sungai Setalas

Eko juga mengatakan bahwa Satpol PP Rohul akan berkoordinasi dengan Polres Rohul untuk mengadakan operasi rutin ke tempat-tempat maksiat, terutama menjelang Pemilu 2019 dan bulan suci Ramadhan.

Eko juga mengakui bahwa Satpol PP Rohul memiliki SOP sendiri untuk operasi. Jadwal operasional sengaja dibuat secara acak, terutama operasi yang sering bocor, di mana ketika operasi tiba-tiba tempat maksiat telah ditutup oleh pemiliknya. (Fjr)